Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Tuesday, February 1, 2011

Cerita legenda Asal Desaku Tercinta Wringin putih Mbrasan

MbrasanDesa Wringinputih terletak di ujung paling timur pulau Jawa. Sebelah barat berbatasan dengan desa Sumberberas .di sebelah timur berbatasan dengan laut ( selat Bali ) dan teluk pangpang serta semenanjung sembulungan . Sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan desa Kedunggebang dan di sebelah utara berbatasan dengan sungai dan desa kedungringin . Desa Wringinputih merupakan pecahan dari desa Sumberberas yang terjadi pada tahun 90-an . Nama Wringiputih diambil dari sejarahnya yaitu pada jaman dahulu ada pohon Ringin yang berwarna putih ( singkat cerita ) . Desa Wringinputih terletak 45 Km dari pusat pemerintahan kabupaten Banyuwangi . Desa Wringinputih dapat di tempuh dari jalur utara melalui pertigaan Srono ke timur 10 KM, terus dari perempatan tembokrejo kearah selatan 5 KM. Dari pasar Sumberayu ke arah timur 2 KM. Sedang dari arah selatan dapat di tempuh dari arah kecamatan Tegaldlimo . Balai desa Wringinputih berada di dusun Krajan , tepat berada di Jalan KH . Askandar KM 2 Krajan Wringinputih ( Utara Panti Asuhan Askandariyah ) . Mata pencaharian masyarakat desa Wringinputih sebagian besar adalah petani sawah , dengan berbagai komoditas yang ada seperti padi, semangka , melon, jagung , lombok, dll. Desa Wringinputih dianugerahi tanah yang sangat subur sehingga dalam setahun para petani terus dapat menanam berbagai komoditas. Sebagian masyarakat desa Wringinputih Muncar bermatapencaharian nelayan yang berada di kampung Muncing, Kawangsari dan Wringinputih selatan . Dan sebagian lagi bermatapencaharian buruh pabrik atau buruh tani , pedagang dan sebagian kecil pegawai kantor.

Cerita Rakyat legenda asal usul Banyuwangi

nazwa555Pada zaman dahulu di kawasan ujung timur Propinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana . Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang . Kegemaran Raden Banterang adalah berburu. “Pagi hari ini aku akan berburu ke hutan. Siapkan alat berburu , ” kata Raden Banterang kepada para abdinya. Setelah peralatan berburu siap, Raden Banterang disertai beberapa pengiringnya berangkat ke hutan . Ketika Raden Banterang berjalan sendirian, ia melihat seekor kijang melintas di depannya . Ia segera mengejar kijang itu hingga masuk jauh ke hutan. Ia terpisah dengan para pengiringnya . “Kemana seekor kijang tadi ?” , kata Raden Banterang , ketika kehilangan jejak buruannya . “Akan ku cari terus sampai dapat, ” tekadnya . Raden Banterang menerobos semak belukar dan pepohonan hutan. Namun , binatang buruan itu tidak ditemukan . Ia tiba di sebuah sungai yang sangat bening airnya. “Hem, segar nian air sungai ini, ” Raden Banterang minum air sungai itu, sampai merasa hilang dahaganya. Setelah itu, ia meninggalkan sungai . Namun baru beberapa langkah berjalan , tiba -tiba dikejutkan kedatangan seorang gadis cantik jelita . “Ha ? Seorang gadis cantik jelita ? Benarkah ia seorang manusia ? Jangan-jangan setan penunggu hutan, ” gumam Raden Banterang bertanya -tanya. Raden Banterang memberanikan diri mendekati gadis cantik itu . “Kau manusia atau penunggu hutan?” sapa Raden Banterang . “Saya manusia, ” jawab gadis itu sambil tersenyum . Raden Banterang pun memperkenalkan dirinya . Gadis cantik itu menyambutnya. “Nama saya Surati berasal dari kerajaan Klungkung ”. “Saya berada di tempat ini karena menyelamatkan diri dari serangan musuh . Ayah saya telah gugur dalam mempertahankan mahkota kerajaan, ” Jelasnya. Mendengar ucapan gadis itu, Raden Banterang terkejut bukan kepalang . Melihat penderitaan puteri Raja Klungkung itu, Raden Banterang segera menolong dan mengajaknya pulang ke istana . Tak lama kemudian mereka menikah membangun keluarga bahagia . Pada suatu hari, puteri Raja Klungkung berjalan - jalan sendirian ke luar istana . “Surati ! Surati !”, panggil seorang laki-laki yang berpakaian compang-camping. Setelah mengamati wajah lelaki itu, ia baru sadar bahwa yang berada di depannya adalah kakak kandungnya bernama Rupaksa. Maksud kedatangan Rupaksa adalah untuk mengajak adiknya untuk membalas dendam , karena Raden Banterang telah membunuh ayahandanya. Surati menceritakan bahwa ia mau diperistri Raden Banterang karena telah berhutang budi . Dengan begitu, Surati tidak mau membantu ajakan kakak kandungnya . Rupaksa marah mendengar jawaban adiknya . Namun , ia sempat memberikan sebuah kenangan berupa ikat kepala kepada Surati. “Ikat kepala ini harus kau simpan di bawah tempat tidurmu, ” pesan Rupaksa. Pertemuan Surati dengan kakak kandungnya tidak diketahui oleh Raden Banterang , dikarenakan Raden Banterang sedang berburu di hutan. Tatkala Raden Banterang berada di tengah hutan, tiba -tiba pandangan matanya dikejutkan oleh kedatangan seorang lelaki berpakaian compang-camping. “Tuangku, Raden Banterang . Keselamatan Tuan terancam bahaya yang direncanakan oleh istri tuan sendiri , ” kata lelaki itu. “ Tuan bisa melihat buktinya , dengan melihat sebuah ikat kepala yang diletakkan di bawah tempat peraduannya. Ikat kepala itu milik lelaki yang dimintai tolong untuk membunuh Tuan , ” jelasnya . Setelah mengucapkan kata -kata itu, lelaki berpakaian compang-camping itu hilang secara misterius. Terkejutlah Raden Banterang mendengar laporan lelaki misterius itu. Ia pun segera pulang ke istana . Setelah tiba di istana , Raden Banterang langsung menuju ke peraaduan istrinya. Dicarinya ikat kepala yang telah diceritakan oleh lelaki berpakaian compang- camping yang telah menemui di hutan. “Ha ! Benar kata lelaki itu! Ikat kepala ini sebagai bukti ! Kau merencanakan mau membunuhku dengan minta tolong kepada pemilik ikat kepala ini!” tuduh Raden Banterang kepada istrinya . “ Begitukah balasanmu padaku?” tandas Raden Banterang .” Jangan asal tuduh. Adinda sama sekali tidak bermaksud membunuh Kakanda , apalagi minta tolong kepada seorang lelaki !” jawab Surati . Namun Raden Banterang tetap pada pendiriannya , bahwa istrinya yang pernah ditolong itu akan membahayakan hidupnya . Nah, sebelum nyawanya terancam, Raden Banterang lebih dahulu ingin mencelakakan istrinya. Raden Banterang berniat menenggelamkan istrinya di sebuah sungai . Setelah tiba di sungai , Raden Banterang menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki compang-camping ketika berburu di hutan . Sang istri pun menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki berpakaian compang-camping seperti yang dijelaskan suaminya . “Lelaki itu adalah kakak kandung Adinda. Dialah yang memberi sebuah ikat kepala kepada Adinda, ” Surati menjelaskan kembali, agar Raden Banterang luluh hatinya. Namun , Raden Banterang tetap percaya bahwa istrinya akan mencelakakan dirinya . “Kakanda suamiku ! Bukalah hati dan perasaan Kakanda ! Adinda rela mati demi keselamatan Kakanda . Tetapi berilah kesempatan kepada Adinda untuk menceritakan perihal pertemuan Adinda dengan kakak kandung Adinda bernama Rupaksa, ” ucap Surati mengingatkan. “Kakak Adindalah yang akan membunuh kakanda ! Adinda diminati bantuan , tetapi Adinda tolah !”. Mendengar hal tersebut , hati Raden Banterang tidak cair bahkan menganggap istrinya berbohong. . “Kakanda ! Jika air sungai ini menjadi bening dan harum baunya , berarti Adinda tidak bersalah ! Tetapi, jika tetap keruh dan bau busuk , berarti Adinda bersalah!” seru Surati. Raden Banterang menganggap ucapan istrinya itu mengada-ada . Maka, Raden Banterang segera menghunus keris yang terselip di pinggangnya . Bersamaan itu pula , Surati melompat ke tengah sungai lalu menghilang. Tidak berapa lama , terjadi sebuah keajaiban. Bau nan harum merebak di sekitar sungai . Melihat kejadian itu , Raden Banterang berseru dengan suara gemetar. “Istriku tidak berdosa! Air kali ini harum baunya !” Betapa menyesalnya Raden Banterang . Ia meratapi kematian istrinya, dan menyesali kebodohannya . Namun sudah terlambat . Sejak itu, sungai menjadi harum baunya. Dalam bahasa Jawa disebut Banyuwangi . Banyu artinya air dan wangi artinya harum. Nama Banyuwangi kemudian menjadi nama kota Banyuwangi

Thursday, January 13, 2011

Kenapa migrain sakitnya di sebelah kanan

Lupa asal mulanya sejak
kecil saya sering sakit
kepala.terutama bila
terlambat makan atau
kurang tidur.Sakit kepala
sebelah .Saya lupa
sebelah kiri atau kanan.
Tapi kiri kanan dua
duanya amat menyiksa.
Ya ibaratnya bila yang
sakit sebelah kiri
namanya MIGRAIN
KOMUNIS , bila yang
terserang sebelah kanan
ya MIGRAIN BORJUIS .
Cuma kata dokter
sakitnya jangan
berpindah .tetap dikiri
saja atau tetap dikanan
saja.Kalo pindah pindah
itu merupakan otaknya
gak benar atau bisa
diduga mengidap kanker
otak. tinggal tunggu gila
atau mate .
Setelah tambah umur
migrain yang saya alami
berevolusi menjadi
migrain yang senang
saya jadi kuli dan
migrain iri hati yang
tidak senang saya
SENANG.
Saking bencinya dengan
kehadiran migrain ini
dalam diri saya , maaf
saya menjulukinya
dengan penyakit haram
jadah .
Bagaimana tidak ,karena
bila penyakit itu timbul
aduh sakitnya
rrrrrrruaarr biasa. Sakit
kepala sebelah .Mungkin
bila kita pernah
mengalami pecah
kepala , ya seperti itu
rasanya.
Tidak ada obat yang
mempan untuk
mengatasinya. Dulu
mulai dari
ASPRO ,BINTANG TUJUH ,
APC ,terus yang modern
PARAMEX ,
PANADOL ,ASPIRIN made
in USA, tidak ada yang
mampu mengurangi
sakitnyaMisalnya setelah
berhari hari tugas keluar
kota kemudian istirahat
bercumbu rayu ya ya
ya ya nah sibrengsek
ini datang tanpa
diundang. Bangun besok
pagi sibrengsek ini
menyerang .Makanya
migrain ini sering disebut
penyakit week end.
Biasanya juga kata
dokter dokter syaraf
penyakit ini memang
biasa menyerang
perempuan. Nah kenapa
saya pria jantan lelaki
tulen bisa diserang
MIGRAIN ,seorang Flight
Surgeon , dokter
penerbang mengatakan
migrain yang
menyerang anda
migrain perempuanyang
ganjen !
Tetapi boleh dikatakan
suatu muzizat ,
keajaiban , miracle
terjadi .

Monday, January 10, 2011

Cerita Sejarah Mbrasan atau Sumber beras

MBRASAN (Sendang)- Bukan cuplikan atau editan dari lirik lagu ' Bengawan Solo' nya Gesang , tetapi memang realita Sumber Beras yang biasa dikenal dengan nama Sendang di wilayah desa Sumberberas mempunyai riwayat sejarah namun nasibnya sangat mengenaskan.
Konon di Sendang atau mata air itu air dari sumbernya mengeluarkan gelembung -gelembung sebesar beras dan berwarna putih seperti beras , sehingga daerah sekitarnya oleh warga dinamakan Berasan atau Mbrasan .
Seiring dengan perkembangan jaman akhirnya terbentuk sebuah desa yang dinamakan Sumberberas .
Namun sungguh tragis nasib tempat bersejarah bagi desa Sumberberas tidak terawat bahkan tidak tersentuh oleh tangan-tangan pecinta budaya dan pelestari sejarah .
Jika yang kecil saja tidak bisa melestarikan bagaimana mungkin ada kekuatan serta kemauan untuk melestarikan yang lebih besar? atau menunggu ada investor dari pihak asing dulu ? Sumber Beras , nasibmu sungguh tragis.

Cerita Lurah Sumber Beras Muncar Banyuwangi

DIA adalah salah satu kepala desa terbaik di Indonesia . Di tahun 1971 desanya jadi pemenang lomba desa se-Jawa Timur. Sampai kini masih tetap jadi desa percontohan , dan sering didatangi tamu . Presiden Soeharto pernah menyematkan Satya Lencana langsung ke dada sang lurah -- suatu puncak penghargaan kepadanya setelah sejumlah anugerah dan penghargaan lain . Maka sungguh mengagetkan , bahwa pada suatu pagi ia pergi secara tiba -tiba .
Pak lurah, Haji Hudori, 54 tahun, mati di sebuah losmen . Ia ditembak oleh seorang pelacur ( TEMPO : 19 Maret 1977) .
Losmen Kawi di Jalan Mangunsarkoro , Jember , mendadak jadi pusat perhatian . Di losmen itu memang Hudori biasa menginap , bila ia mengadakan perjalanan dari desanya , Sumberberas.
Tiga kali ia sudah menginap di losmen itu dan selalu ditemani oleh Mukayanah IX tahun , seorang pelacur . Tapi pagi 6 Pebruari itu, sehabis mandi dan kembali ke kamarnya No . 8, Hudori melihat Mukayanah sedang memegangi pistol . Pistol itu miliknya. Dan wanita itu menarik -narik picu senjata api itu. Satu kali. Dua kali . Tiga kali. Tak terjadi apa -apa .
Pada tarikan keempat terdengar letusan . Hudori langsung memegang dadanya. Roboh . Cerita Mukayanah kepada Imam Subagio dari TEMPO kemudian : "Pistol itu kosong kata Pak Haji, sehingga saya boleh- boleh saja memainkannya .
Begitu juga ketika saya menarik pelatuk, dia diam saja. Sekali pelatuk ditarik, dua kali, tiga kali, tidak ada apa -apa . Tapi pada tarikan keempat terdengar bunyi dor. Pak Haji memegang dada kanannya sambil mengaduh , tetapi dia bilang tidak apa -apa ". Tak ada darah yang keluar. Peluru menembus daging dan mengenai tulang iga , kemudian berbelok ke kanan dan bersarang di tulang iga sebelah kiri .
Ketika diangkat ternyata peluru itu sudah penyok . Pada saat Hudori roboh, sang pelacur berteriak . Orang-orang di losmen itu menemukan Hudori sudah tertelentang di antara tempat tidur dan meja. Pak lurah terbunuh oleh senjatanya sendiri , sebuah revolver berkaliber 38 . Mukayanah, yang tak terbukti dengan sengaja membunuh tokoh desa yang konon kebal itu, toh tetap dihukum. Dalam vonisnya 16 Juni yang lalu . Hakim Ketua Dikding Soetardjo SH menghukum Mukayanah 18 bulan -- berdasarkan pasal 359 KUHP . Tuntutan Jaksa: dua tahun. Sang pelacur yang kehilangan seorang langganan yang katanya royal itu menerima hukumannya dengan tenang.
Desa Sumberberas sendiri kembali tenang. Sudah ada lurah baru seorang wanita , ibu dari tiga anak yang berada di kantor tiap hari kerja jam 7 pagi sampai jam 14, dengan acara tetap menjelajahi pelosok desanya dengan mobil Datsun yang haru dibelinya.
Sang lurah baru adalah seorang janda . Dia tak lain Ny . Haji Hudori almarhum . Sebulan setelah suaminya tewas di losmen itu, Bupati Kdh. Banyuwangi Joko Supaat Slamet melantik nyonya lurah menggantikan suaminya. " Agar pola pembangunan almarhum dapat dilanjutkan" , kata Bupati. " Ini memang risiko perjuangan kami", kata Ny . Hudori.

Cerita Legenda Asal Usul Kota Banyuwangi

Pada zaman dahulu di kawasan ujung timur Propinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang . Kegemaran Raden Banterang adalah berburu . “Pagi hari ini aku akan berburu ke hutan. Siapkan alat berburu , ” kata Raden Banterang kepada para abdinya. Setelah peralatan berburu siap, Raden Banterang disertai beberapa pengiringnya berangkat ke hutan. Ketika Raden Banterang berjalan sendirian, ia melihat seekor kijang melintas di depannya . Ia segera mengejar kijang itu hingga masuk jauh ke hutan. Ia terpisah dengan para pengiringnya . “ Kemana seekor kijang tadi ?”, kata Raden Banterang , ketika kehilangan jejak buruannya . “Akan ku cari terus sampai dapat , ” tekadnya . Raden Banterang menerobos semak belukar dan pepohonan hutan. Namun , binatang buruan itu tidak ditemukan . Ia tiba di sebuah sungai yang sangat bening airnya. “Hem, segar nian air sungai ini, ” Raden Banterang minum air sungai itu, sampai merasa hilang dahaganya. Setelah itu, ia meninggalkan sungai . Namun baru beberapa langkah berjalan , tiba - tiba dikejutkan kedatangan seorang gadis cantik jelita . “ Ha ? Seorang gadis cantik jelita ? Benarkah ia seorang manusia? Jangan-jangan setan penunggu hutan, ” gumam Raden Banterang bertanya -tanya. Raden Banterang memberanikan diri mendekati gadis cantik itu . “Kau manusia atau penunggu hutan?” sapa Raden Banterang. “ Saya manusia, ” jawab gadis itu sambil tersenyum . Raden Banterang pun memperkenalkan dirinya . Gadis cantik itu menyambutnya . “Nama saya Surati berasal dari kerajaan Klungkung ”. “ Saya berada di tempat ini karena menyelamatkan diri dari serangan musuh . Ayah saya telah gugur dalam mempertahankan mahkota kerajaan, ” Jelasnya. Mendengar ucapan gadis itu, Raden Banterang terkejut bukan kepalang . Melihat penderitaan puteri Raja Klungkung itu , Raden Banterang segera menolong dan mengajaknya pulang ke istana . Tak lama kemudian mereka menikah membangun keluarga bahagia. Pada suatu hari, puteri Raja Klungkung berjalan -jalan sendirian ke luar istana . “Surati ! Surati !”, panggil seorang laki-laki yang berpakaian compang-camping. Setelah mengamati wajah lelaki itu, ia baru sadar bahwa yang berada di depannya adalah kakak kandungnya bernama Rupaksa. Maksud kedatangan Rupaksa adalah untuk mengajak adiknya untuk membalas dendam , karena Raden Banterang telah membunuh ayahandanya. Surati menceritakan bahwa ia mau diperistri Raden Banterang karena telah berhutang budi . Dengan begitu, Surati tidak mau membantu ajakan kakak kandungnya . . Rupaksa marah mendengar jawaban adiknya . Namun , ia sempat memberikan sebuah kenangan berupa ikat kepala kepada Surati. “Ikat kepala ini harus kau simpan di bawah tempat tidurmu , ” pesan Rupaksa . Pertemuan Surati dengan kakak kandungnya tidak diketahui oleh Raden Banterang, dikarenakan Raden Banterang sedang berburu di hutan. Tatkala Raden Banterang berada di tengah hutan , tiba -tiba pandangan matanya dikejutkan oleh kedatangan seorang lelaki berpakaian compang-camping. “ Tuangku, Raden Banterang . Keselamatan Tuan terancam bahaya yang direncanakan oleh istri tuan sendiri , ” kata lelaki itu. “Tuan bisa melihat buktinya , dengan melihat sebuah ikat kepala yang diletakkan di bawah tempat peraduannya. Ikat kepala itu milik lelaki yang dimintai tolong untuk membunuh Tuan , ” jelasnya . Setelah mengucap mengucapkan kata-kata itu, lelaki berpakaian compang- camping itu hilang secara misterius. Terkejutlah Raden Banterang mendengar laporan lelaki misterius itu . Ia pun segera pulang ke istana . Setelah tiba di istana , Raden Banterang langsung menuju ke peraaduan istrinya. Dicarinya ikat kepala yang telah diceritakan oleh lelaki berpakaian compang-camping yang telah menemui di hutan . “Ha ! Benar kata lelaki itu! Ikat kepala ini sebagai bukti ! Kau merencanakan mau membunuhku dengan minta tolong kepada pemilik ikat kepala ini !” tuduh Raden Banterang kepada istrinya. “ Begitukah balasanmu padaku?” tandas Raden Banterang . ”Jangan asal tuduh. Adinda sama sekali tidak bermaksud membunuh Kakanda , apalagi minta tolong kepada seorang lelaki !” jawab Surati . Namun Raden Banterang tetap pada pendiriannya , bahwa istrinya yang pernah ditolong itu akan membahayakan hidupnya . Nah , sebelum nyawanya terancam, Raden Banterang lebih dahulu ingin mencelakakan istrinya. Raden Banterang berniat menenggelamkan istrinya di sebuah sungai. Setelah tiba di sungai , Raden Banterang menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki compang- camping ketika berburu di hutan. Sang istri pun menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki berpakaian compang-camping seperti yang dijelaskan suaminya . “Lelaki itu adalah kakak kandung Adinda. Dialah yang memberi sebuah ikat kepala kepada Adinda, ” Surati menjelaskan kembali, agar Raden Banterang luluh hatinya . Namun , Raden Banterang tetap percaya bahwa istrinya akan mencelakakan dirinya . “Kakanda suamiku ! Bukalah hati dan perasaan Kakanda ! Adinda rela mati demi keselamatan Kakanda . Tetapi berilah kesempatan kepada Adinda untuk menceritakan perihal pertemuan Adinda dengan kakak kandung Adinda bernama Rupaksa, ” ucap Surati mengingatkan . “ Kakak Adindalah yang akan membunuh kakanda ! Adinda diminati bantuan, tetapi Adinda tolah !”. Mendengar hal tersebut , hati Raden Banterang tidak cair bahkan menganggap istrinya berbohong. . “Kakanda ! Jika air sungai ini menjadi bening dan harum baunya, berarti Adinda tidak bersalah ! Tetapi, jika tetap keruh dan bau busuk , berarti Adinda bersalah !” seru Surati . Raden Banterang menganggap ucapan istrinya itu mengada- ada . Maka, Raden Banterang segera menghunus keris yang terselip di pinggangnya . Bersamaan itu pula, Surati melompat ke tengah sungai lalu menghilang. Tidak berapa lama, terjadi sebuah keajaiban . Bau nan harum merebak di sekitar sungai. Melihat kejadian itu , Raden Banterang berseru dengan suara gemetar. “Istriku tidak berdosa ! Air kali ini harum baunya!” Betapa menyesalnya Raden Banterang . Ia meratapi kematian istrinya , dan menyesali kebodohannya . Namun sudah terlambat . Sejak itu , sungai menjadi harum baunya . Dalam bahasa Jawa disebut Banyuwangi . Banyu artinya air dan wangi artinya harum . Nama Banyuwangi kemudian menjadi nama kota Banyuwangi .

Sunday, October 10, 2010

Cerita Petik Laut Muncar Bannyuwangi

Muncar Mbrasan- Sembulungan merupakan cetral dalam acara petik laut dimuncar , yang slalu diadakan pada tanggal 15 Sura, dalam acara tersebut juga memberikan beberapa sesaji yang nantinya akan dilarung ditenggah laut yang dipersembahkan untuk pengguasanya yaitu SYEH BAGINDO ILYAS juru kunci segoro KAKI BARUNO dan NYAI BARUNO dan pengangon ikannya NYAI DADUNG. Dalam acara ini memiiki beberapa tujuan yaitu memohon berkah keselamatan dan ucapansyukur atas kekayaan alam yang ada .
Dibalik keperkasaan sembulungan , sembulungan masih memiliki fungsi yang nyata bagi masyarakat muncar dan sekitarnya, diantaranya sebagai sarana dan prasarana acara petik laut . Dan karena tanahnya yang subur, sembulungan juga digunakan sebagai lahan perkebunan seperti bertanam jagung , kacang dll. Hingga Sekarang sembulungan masih menyimpan kekayaan flora danfauna yang hampir punah seperti harimau , banteng , ular, kera dll.
Dahulu pembuka pertama kali daerah tanjung sembulungan yaitu sayid yusuf , yang kini makamnya banyak disekar oleh masyarakat. Begitu banyak hal yang belum kita ketahuni mengenai tanjung sembulungan .
Maka dari itu mari kita bersama 2 melestarikan peninggalan alam yang kita miliki dan biarkan mereka berdiri kokoh menjadi saksi bisu dunia tanpa tangan– tangan kita yang menghapusnya .

Wellcome

nazwanazwanazwa

Entri Populer

Geovisite Eror

Followers

 

Copyright © 2009 by nazwa-555

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger