Monday, February 14, 2011

Dasar dasar keyakinan ahmadiyyah melenceng apa tidak?

Mbrasanby Nazwa~bukan Rahasia Jika aliran ahmadiyyah mempunyai dasar yang berbeda satu dan lainnya walau mereka satu nama ahmadiyyah ,dasar keyakinan memang harus di cermati karna kepercayaan terhadap pencetus ahmadiyah sangat berbeda beda ,mungkin satu kelompok yang namanya sama tapi daya menyikapi ajaran yang mereka dapat satu dan lainya berbeda pemahaman atau cara memahaminya,memang sulit membedakan mana yang benar benar memegang kepercayaan yang sesungguhnya atau yang sesat/kurang memahami dalam menerima ajarannya,berikut salah satu pedoman aliran ahmadiayyah satu sisi dan masih banyak pedoman dari ahmadiyyah yang lainnya tergantung dari kitanya dalam menyikapi mana yang sesat, mana yang setengah benar dan benar ;
menurut aliran ahmadiyyah keyakinannya bahwa mereka :

1. Percaya pada semua aqidah dan hukum - hukum yang tercantum dalam al Quran dan Hadits, dan percaya pada semua perkara agama yang telah disetujui oleh para ulama salaf dan ahlus -sunnah wal-jama ' ah, dan yakin bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir.

2. Nabi Muhammad SAW adalah khatamun - nabiyyin. Sesudahnya tidak akan datang nabi lagi, baik nabi lama maupun nabi baru.

3. Sesudah Nabi Muhammad SAW , malaikat Jibril tidak akan membawa wahyu nubuwat kepada siapa pun .

4. Apabila malaikat Jibril membawa wahyu nubuwwat ( wahyu risalat) satu kata saja kepada seseorang , maka akan bertentangan dengan ayat: walâkin rasûlillâhi wa khâtamun -nabiyyîn ( QS 33 :40 ) , dan berarti membuka pintu khatamun -nubuwwat.

5. Sesudah Nabi Muhammad SAW silsilah wahyu nubuwwat telah tertutup , akan tetapi silsilah wahyu walayat tetap terbuka , agar iman dan akhlak umat tetap cerah dan segar.

6. Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW, bahwa di dalam umat ini tetap akan datang auliya Allah, para mujaddid dan para muhaddats, akan tetapi tidak akan datang nabi.

7. Mirza Ghulam Ahmad adalah mujaddid abad 14 H. Dan menurut Hadits , mujaddid akan tetap ada . Dan kepercayaan kami bahwa Mirza Ghulam Ahmad bukan nabi , tetapi berkedudukan sebagai mujaddid.

8. Percaya kepada Mirza Ghulam Ahmad bukan bagian dari Rukun Islam dan Rukun Iman, maka dari itu orang yang tidak percaya kepada Mirza Ghulam Ahmad tidak bisa disebut kafir .

9. Seorang muslim, apabila mengucapkan kalimah thayyibah , dia tidak boleh disebut kafir . Mungkin dia bisa salah , akan tetapi seseorang dengan sebab berbuat salah dan maksiat, tidak bisa disebut kafir .

10. Ahmadiyah Lahore berpendapat bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah pelayan dan pengemban misi Nabi Muhammad SAW.

Comments :

0 comments to “Dasar dasar keyakinan ahmadiyyah melenceng apa tidak?”

Post a Comment

 

Copyright © 2009 by nazwa-555

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger